Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Oktober 2017

Seperti Hujan

0 komentar

Seperti hujan yang terus diterpa... Diguncangkan oleh angin.
Terombang ambing pada arus tak berkesudahan,
Dan di hentarkan pada gemuruh-gemuruh petir.

Tiada bergeming tetap melangkah
Diterjangnya deraian itu,
Meski basah dalam peluh
Meski debur debur tanah mengotori

Basah dalam kesejukan...
Begitu ia nikmati karna ia percaya
Setiap hujan akan ada pelangi setelahnya.

Alya Al'Mardhiyah
Makassar, 4 Oktober 2014

Sabtu, 16 September 2017

Kedap Kedip

0 komentar


Bintang-bintang mengitari malam
Berotasi pada pikiran yang mulai kalut,
Sejuta tanya tertuju pada hati yang pekat,
Apakah pantas hamba yang penuh dosa mendapat perhatian-Nya ?

Kulihat bias cahaya yang semakin memudar,
Meninggalkan peluh yang membekas,
Pada pelita yang perlahan redup,
Yang selalu berharap akan temara.

Aku adalah malam...
Yang tersembunyi dalam remang,
Tertutup oleh awan gelap,
Namun tersinari bintang.

Bintang yang berkedap kedip,
Mata yang berkedap-kedip,
Cahaya yang kedap-kedip,
Tiadalah berkedip selamanya,
Jika saja bukan karna-Nya.

AR

Selasa, 30 Mei 2017

Jelmaan Malam

0 komentar
Image result for pemandangan bulan bintang


Malam menjelma bahasa rindu
Dilubuk hati yang terus mengadu
Adakah rindu membawamu untuk beradu ?
Tentang siapa yang paling kuat menahan sendu ?

Malam telah menarikku semakin larut
Adakah resah menjadikanmu kalut ?
Sedangkan hatiku telah terpaut
Pada ruang dan waktu yang semakin merajut

Engkau yang menjelma malam
Yang agak mulai tampak tenang dan redam
Mengapa tampak begitu runyam ?
Padahal engkau adalah harapan kepada-Nya yang ingin aku genggam

Bulan Bintang

0 komentar
Image result for bulan bintang

Bulan tidak rugi memiliki bintang
Bulan bintang bersama-sama bersinar terang
Menerangi malam Dengan indah cahayanya
Memberi kekaguman yang melihatnya

Memilikiku tidak akan membuatmu rugi
Cinta sejati tak akan mati
Kesetiaan Dan cinta akan tetap suci
Jika Kita saling mengerti Dan memahami

Lihatlah bulan Dan bintang itu
Dalam keabadian cinta mereka menyatu
Disaksikan Oleh banyak pasang Mata
Yang sedang dilanda asmara

Mari menjadi sepasang anak langit
Sampai maut menanti
Cintanya terukir abadi.



Pagi Tak Pernah Membenci Malam

0 komentar
Image result for selamat malam


Kusaksikan malam telah berlalu
Cintamu kurasa tak seindah dulu
Disaat hatimu telah berlabuh
Kehati yang baru ..

Angin malam menampar bengis
Membuat hatiku teriris
Menyadarkanku akan cinta yg telah pupus,
Bersama hembusan nafas mengikhlaskan.

Pagi tak pernah membenci malam
Masih ada selalu harapan
Untuk tetap bersinar
Bahkan dihari yang paling kelam sekalipun.

Menantimu

0 komentar
Image result for muslimah menanti malam



Malam ini aku ingin menulismu
Pada bias cahaya pekat malamku
Kutujukan puisi pengiring langkah kakimu
Langkahmu yang akan menujuku

Aku tak tau siapakah kamu takdirku
Ketika Kau temui cahaya-Nya
Melangkalah bersama untuk menuntunku
Bersama-sama menuju-Nya

Aku masih menunggu
Menunggu yang tak tau siapa ditunggu
Kuyakini engkau Ada
Meski tak tau kapan datang-Nya

Disini hati masih setia menantimu
Berharap pulangmu adalah aku
Semoga tak tersesat jalan
Semoga jalanmu selalu aman.



Hujan mengguyur fakultas merahku

0 komentar
Foto Alya Rohalia.



Hujan turun membasahi bumi, 
Memberi jejak perjuangan, 
Tanah tempat berpijar menjadi saksi, 
Tempat meretas sebuah angan. 

Hujan mengguyur fakultas merahku 
Dibalik lantai 2 tempatku terpaku 
Menatap hujan yang kian jatuh 
Bersama mengumpulkan genangan . 

Ketika hujan mulai mereda 
Kelak sebuah kisah perlahan sirna, 
Ntah masih ada secuil ingatan 
Ataukah terlupa tergantikan, 

Fakultas teknik merahku 
Tempatku belajar makna hidup 
Tempatku menemukan perubahan diri 
Tempatku merajut mimpi . 

Sebelum masamu masaku habis 
Manfaatkan waktu sebelum tiada 
Ukirlah sebuah jejak langkah 
Yang akan terkenang sepanjang ingatan.


Minggu, 07 Mei 2017

Saling diam tanpa kata

0 komentar

Dingin menusuk tubuh
Bagai ditikam rindu.
Inginku lepas mengadu
Pada ia sang pemilik cinta...

Kapankah duhai Tuhan ?
Sebuah hati yang kan menyatu
Melengkapi puing-puing yang tak utuh.
Menggenap hingga maut menjemput.

Tetiba ...
Kuliat bias cahaya malam
Dengan bulan dan bintang-bintang bersarakan,
Memunculkan banyak tanda tanya dalam benak,
hanya saling diam tanpa kata.

Kamis, 30 Maret 2017

RINTIHAN MALAM

0 komentar

Malam telah memenjarakan kesunyian
Dibalik pekatnya malam ada yang kusembunyikan
Rintihan rasa sakit yang mengayung-ayung
Bagaikan sebuah nyanyian
Nyanyian malam yang begitu mencekik

Adakah yang lebih menyakitkan dari segala rasa sakit ?
Sungguh, detik-detik sakaratul maut itu pasti.
Dimana nyawa dicabut paksa dan terlepas

Untukmu diri yang sedang merintih
Bersabarlah atas segala rasa sakit
Semoga itu menjadi penggugur dosa-dosa dini hari
Dan sebagai pengingat adanya hari akhir.



AR

Selasa, 21 Maret 2017

Sang Waktu

0 komentar


Malam menyalakan pelitanya
Malam menyapa sementara cinta masih bisu dan belum menemukan titik temu,

Sementara sang waktu terus berdetik , aku ingin menjadi jarum jam, yang selalu kau hitung dalam penantian panjang penuh kerinduan.

Aku berjuang melawan waktu ,
Setiap hari aku menunggu agar cepat selesainya pertarungan ini.

Rasanya ingin kugulung waktu antara jarak yang membentang antara soppeng Dan makassar ,
Supaya bisa kurengkuh jiwa tegarmu yg mulai gaduh .

#Sajak Malam
WatanSoppeng, 21 Maret 2017

Senin, 20 Maret 2017

Menikmati Hujan

0 komentar




Malam telah berlalu, pagiku telah datang, burung-burung berkicauan menyapaku, melagukan kenangan rindu.

Telah kusimpan rapat kenangan,
dan pagi selalu menampilkan segala riuh tentang waktu yang terus menjauh. Juga rindu yang kian gaduh

Larik puisi mengetuk jendela pagiku sesaat setelah
Kenangan membahasakan dirinya dlm titisan hujan .

Hujan menyentuh dahan dan rerumputan, mengabarkan kisah tentang hati yang tabah menyulam kenangan.

Titik-titik hujan di gersang tanah ku, tak pernah setabah ini , Hujan adalah suatu hal yang selalu kunikmati.

WatanSoppeng, 21 Maret 2017

Minggu, 19 Februari 2017

Bagaikan bunga dandelion

0 komentar


Dahulu aku sempat menyembunyikanmu lewat puisi ,
Lewat tiap-tiap kata yang tak pernah kamu tau,

Dahulu aku sempat melukismu lewat kertas gambarku
yang wajahmu selalu menari-nari dalam pikiranku.

Akupun diam-diam mengintipmu dibalik rerumputan ilalang itu, berharap mekarku Sampai dipuncuk bungamu.

Namun... Pernah suatu masa kau menghempaskanku begitu jauh, meranung hati yang terkoyak,,,
Bagaikan bunga dandelion kemudian hilang menjadi tak utuh ditiup angin...

AR

Kamis, 02 Februari 2017

Rindu Matahari

0 komentar

"Aku suka hujan, namun hujan kali ini begitu awet dan menusuk dingin. Aku tidak akan mencela hujan krn hujan adalah rahmat dari-Nya , namun aku rindukan matahari-Nya yg mampu menghangatkan dan memberi manfaat kepada apa yg ada di bumi"

Makassar, 02 february 2017


Alya Rohalia

Kamis, 27 Oktober 2016

Takdir kehidupan

0 komentar

Hujan bukan hanya bercerita ttg kenangan kebahagiaan yg hadirnya selalu meneduhkan tp ada duka yg  membanjiri hati yg gersang,

lihatlah hujan kali ini...
Menyisakan kerinduan yg tak kunjung reda,
Seolah paham dan turut menjadi saksi pilu ttg sebuah kehilangan yg dilindas oleh waktu.

Biarkan Tuhan berkehendak dengan goresan penanya yang menentukan takdir seseorang,
Aku percaya setiap dari kita'pun kelak akan menyusul dengan takdir kematian yang telah digariskan waktunya,,, Ntah kapan...!!! 

Majene 27 oktober 2016


Sabtu, 22 Oktober 2016

Tentang Hujan

0 komentar

Hujan kali ini hadirmu menyibak kenangan...
Berdua dengannya menunggu hingga reda disudut bawah atap sekolah...
Ada cinta yang tak pernah terungkap disana,
Ada rasa yang begitu berdetak kencang,
Ada rasa bahagia saat melihatnya,
Tapi.....
Ada luka yang tak pernah dia sadari. .
Aku memilih pergi meninggalkan luka yang telah dia buat,
Meskipun sesak dibumbui rindu, Mencoba Menyusun kembali mozaik-mozaik hidup baru tanpanya,
Mencoba lupakan perlahan demi perlahan .
Tapi aku bersyukur kepada Tuhan,
Telah dicintai olehmu meskipun hanya sekejap saja...
Seharusnya aku tau resiko mencintai itu adalah rasa sakit. Dan aku memohon ampun kepada Tuhan atas kesalahanku mencintai , seharusnya aku lebih mencintai-Nya.
Ada satu hal yang membuatku bangga menjadi aku yaitu aku mampu cintai kamu apa adanya.
Aku rela berkorban demi membuat kmu bahagia, meskipun itu bukan denganku.
Beberapa tahun telah berlalu,,,
Akupun sudah lama tak menjalin komunikasi denganmu,
Rasa itu mungkin sudah pupus ditengah jalan,
Namun beruntunglah kamu, dan tersenyumlah
Kamu sempat dicintai oleh seorang perempuan selama 5 tahun lamanya.
Meskipun waktu sudah menghilangkan perasaanku padamu namun kenangan tetap tidak bisa dihilangkan kecuali takdir Tuhan berkehendak melumpuhkan sebagian ingatanku .
Dan biarlah hujan menjadi saksi bisu tentang cinta yang tak pernah terungkap, tentang luka yang tertinggal, tentang rasa yang telah hilang dimakan oleh waktu.


Sabtu, 28 November 2015

Membangun Peradaban (Move On)

0 komentar
Hai... Masa lalu sesekali mungkin aku akan menengokmu kebelakang tapi tidak untuk kembali...
Tak menyangka aku sudah melangkah sejauh ini.. sudah berapa lama aku menjauhimu ???
Aku tidak akan melupakanmu bagian dari kenanganku...

ternyata Dunia ini terlalu keras jika hanya terus mengandalkan harta dan kecantikan sementara iman dalam hati rapuh, mudah terbawah arus dan goyah.
kau tau sekarang ???

aku sudah bahagia dengan cinta TuhanKu, bahagia dengan agamaku,.
Aku bukanlah wanita bodoh yang terombang ambing oleh kebodohan zaman.

aku bebas dan aku wanita merdeka .!!!!!
Aku tidaklah tenggelam dan bukannya aku tak terlihat tapi aku  justru akan muncul dan mengejutkanmu dan engkaupun tak akan menyangkanya.

hei kemanakah sosok itu yaitu sosok khadijah, Maryam, Fatimah, Aisyah, Asiyah, Mutiah dll serta para sahabiyah ? tidakkah engkau ingin mencontohnya ??

Alangkah bodohnya jika kita terus berdiri dan tanpa sadar kita dilindaz oleh zaman yang penuh kejahiliyaan.
aku dan apa yg aku bawah tidaklah ketinggalan zaman justru ini adalah bentuk untuk mengembalikan zaman yang hilang, zaman yang penuh kejayaan dan kini Aku melangkah maju sekarang membawah perubahan. perubahan untuk diri dan Umat . Umat menunggu sosok wanita wanita tangguh yang akan membangun peradaban-peradaban islam dan melahirkan sosok mujahid dan mujahidah yang akan berguna untuk bangsa dan negara.

#yakinlah islam pasti akan tegak ada atau tiadanya kita. kembali bertanya pada diri apakah mau jadi pejuang atau mau menjadi penonton ?

Senin, 31 Agustus 2015

antara aku, hujan, dan Sang Pencipta

0 komentar


Hujan.. kuatkan desiranmu
aku ingin berbicara lewat hatiku
tak peduli didengar ataupun dirasakan
biar hanya aku yang tau saja

saat angin menerpa wajah
Wahai angin.... sampaikan salam rindu dan kasihku,
pada dia yang meneduhkan,
yang lembut hatinya, dan kokoh jiwanya.

Saat hujan...
Ada rasa ketenangan dan kesejukan.
Aku ingin mencari perlindunganmu,
Aku membutuhkanmu
seperti tanaman yang membutuhkan hujan dan matahari.
jadilah engkau penyubur pertumbuhanku.

Jarak yang memisah membuatku semakin aman,
tetaplah seperti ini menjaga jarak...
Meskipun tak kunafikkan diri ada cinta yang terpendam
ada rindu yang tertahan,
dan ada kasih yang tak terungkap...
Tak peduli engkau mau tau ataupun tidak.
biarlah menjadi rahasia antara aku, hujan, dan Pencipta hujan itu sendiri.

Untukmu yang hatinya peduli meski kadang aku tak mempedulikanmu...
terima kasih atas semuanya....

Rabu, 10 Juni 2015

Hai Masa Lalu

0 komentar

Hai masa lalu!

Hai masa lalu.
Tidak, aku hanya ingin menyapa. Berdebukah kau? Maaf aku semakin jarang mengunjungimu. Aku disibukkan dengan masa kini dan impian masa depan. Tenang saja, aku takkan melupakanmu. Aku hanya mungkin akan jarang menengokmu.

Hai masa lalu.
Aku hanya ingin menyapa. Terimakasih pernah ada. Terimakasih pernah menjadi bagian perjalananku. Sedih pun bahagia kisahmu menjadi penguat langkahku di masa kini. Bukankah masa kini adalah hasil rentetan perjalanan masa lalu? Maka itu aku berterima kasih.

Hai masa lalu.
Aku pernah jatuh, aku pernah sakit hati. Tapi sudah kusimpan semua cerita dalam sebuah kotak kenangan, yang kunamakan masa lalu. Ya kamu. Ruangmu mungkin kini gelap, aku pasti akan sering kembali melihat ruangmu, namun hanya sebentar. Aku takkan lama-lama, sekadar melihat lagi seperti apa jalan yang kulalui dulu agar aku bisa belajar lagi jika saja masa kiniku aku lupa atau mungkin lalai menjaga langkah.

Hai masa lalu.
Lihatkah kau bagaimana aku di masa kiniku? Bagaimana menurutmu? Semoga kau bangga. Sebab apapun yang kucapai, adalah karena semua pelajaran di masa lalu begitu membekas dan mampu membentukku.

Hai masa lalu.
Mari berdamai. Aku akan belajar mendewasa. Menjadi lebih tangguh di masa kini sebagai penguat langkahku dan pemantap kisahku di masa depan.
Semoga.

Rabu, 03 Juni 2015

Sebuah nama yang tuhan jaga

0 komentar
sebuah nama yang tuhan jaga.
yang tertulis di lauful mahfudz
dirimu menjadi sebuah rahasia.
yang kelak ditakdirkan untukku.

Kesendirian mengajarkanku banyak hal
tentang hati yang terjaga sebelum masanya
tentang hidup yang penuh perjuangan dan kemandirian
tentang kualitas diri yang selalu terasah.

aku tetaplah sendiri kecuali jika Allah telah mentakdirkan untukku berjamaah bersamamu sebagai imanku.
kau akan melengkapiku
dan mengajarkan aku banyak hal sesungguhnya diri ini masih perlu dibimbing dan dididik karna aku adalah tulang rusuk yang bengkok. tanpa bimbingan darimu aku masih tetap akan bengkok.

wahai engkau...
yang berkutat pada buku, laptop, laporan
ataupun pada amanah kuliah, organisasi dan kerja.
fokuslah !!!
disini juga sedang kufokuskan diri dan dengan penuh pengharapan merangkai mimpi untuk masa depan.
sembari menanti dengan penantian yg indah.
Menantimu dibatas waktu dengan penuh kesabaran.

Menunggu engkau menjemputku dan membawaku bersamamu sampai kesurga.
kelak Allah akan tunjukkan jalannya.
Semoga Allah menyatukan kita dalam Cinta-Nya
Engkau sebuah nama yang tuhan jaga
yang masih menjadi rahasia..

Minggu, 31 Mei 2015

Sebuah nama yang tuhan jaga

0 komentar

Demi engkau, sebuah nama yang Tuhan jaga …
penantian bukanlah suatu hal yang menyesakkan, melainkan sewujud rindu yang memahkotakan senyuman …

Demi engkau, sebuah nama yang Tuhan jaga …
kesabaran bukanlah menantimu untuk menyatakan cinta, melainkan menanti Tuhan meleburkan kau dan
aku dalam cinta-Nya…

Demi engkau, sebuah nama yang Tuhan jaga …
aku tetaplah utuh sebagai manusia,
hanya hingga restu Tuhan tercipta untuk hidup denganmu…

Engkau sebuah nama yang selama ini Tuhan jaga;
yang kurangkai dalam setiap memori yang
terdistorsi selama ini,
yang meluputkan sejenak ingatan pertemuan kita sebelum terlahir ke dunia …

Engkau sebuah nama yang selama ini Tuhan jaga,
kelak untuk tiap waktu yang kamu lewati,
semoga selalu ada aku, yang kamu simpan didalam hati.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Oktober 2017

Seperti Hujan

Diposting oleh Unknown di 02.16 0 komentar

Seperti hujan yang terus diterpa... Diguncangkan oleh angin.
Terombang ambing pada arus tak berkesudahan,
Dan di hentarkan pada gemuruh-gemuruh petir.

Tiada bergeming tetap melangkah
Diterjangnya deraian itu,
Meski basah dalam peluh
Meski debur debur tanah mengotori

Basah dalam kesejukan...
Begitu ia nikmati karna ia percaya
Setiap hujan akan ada pelangi setelahnya.

Alya Al'Mardhiyah
Makassar, 4 Oktober 2014

Sabtu, 16 September 2017

Kedap Kedip

Diposting oleh Unknown di 08.32 0 komentar


Bintang-bintang mengitari malam
Berotasi pada pikiran yang mulai kalut,
Sejuta tanya tertuju pada hati yang pekat,
Apakah pantas hamba yang penuh dosa mendapat perhatian-Nya ?

Kulihat bias cahaya yang semakin memudar,
Meninggalkan peluh yang membekas,
Pada pelita yang perlahan redup,
Yang selalu berharap akan temara.

Aku adalah malam...
Yang tersembunyi dalam remang,
Tertutup oleh awan gelap,
Namun tersinari bintang.

Bintang yang berkedap kedip,
Mata yang berkedap-kedip,
Cahaya yang kedap-kedip,
Tiadalah berkedip selamanya,
Jika saja bukan karna-Nya.

AR

Selasa, 30 Mei 2017

Jelmaan Malam

Diposting oleh Unknown di 05.00 0 komentar
Image result for pemandangan bulan bintang


Malam menjelma bahasa rindu
Dilubuk hati yang terus mengadu
Adakah rindu membawamu untuk beradu ?
Tentang siapa yang paling kuat menahan sendu ?

Malam telah menarikku semakin larut
Adakah resah menjadikanmu kalut ?
Sedangkan hatiku telah terpaut
Pada ruang dan waktu yang semakin merajut

Engkau yang menjelma malam
Yang agak mulai tampak tenang dan redam
Mengapa tampak begitu runyam ?
Padahal engkau adalah harapan kepada-Nya yang ingin aku genggam

Bulan Bintang

Diposting oleh Unknown di 04.56 0 komentar
Image result for bulan bintang

Bulan tidak rugi memiliki bintang
Bulan bintang bersama-sama bersinar terang
Menerangi malam Dengan indah cahayanya
Memberi kekaguman yang melihatnya

Memilikiku tidak akan membuatmu rugi
Cinta sejati tak akan mati
Kesetiaan Dan cinta akan tetap suci
Jika Kita saling mengerti Dan memahami

Lihatlah bulan Dan bintang itu
Dalam keabadian cinta mereka menyatu
Disaksikan Oleh banyak pasang Mata
Yang sedang dilanda asmara

Mari menjadi sepasang anak langit
Sampai maut menanti
Cintanya terukir abadi.



Pagi Tak Pernah Membenci Malam

Diposting oleh Unknown di 04.53 0 komentar
Image result for selamat malam


Kusaksikan malam telah berlalu
Cintamu kurasa tak seindah dulu
Disaat hatimu telah berlabuh
Kehati yang baru ..

Angin malam menampar bengis
Membuat hatiku teriris
Menyadarkanku akan cinta yg telah pupus,
Bersama hembusan nafas mengikhlaskan.

Pagi tak pernah membenci malam
Masih ada selalu harapan
Untuk tetap bersinar
Bahkan dihari yang paling kelam sekalipun.

Menantimu

Diposting oleh Unknown di 04.49 0 komentar
Image result for muslimah menanti malam



Malam ini aku ingin menulismu
Pada bias cahaya pekat malamku
Kutujukan puisi pengiring langkah kakimu
Langkahmu yang akan menujuku

Aku tak tau siapakah kamu takdirku
Ketika Kau temui cahaya-Nya
Melangkalah bersama untuk menuntunku
Bersama-sama menuju-Nya

Aku masih menunggu
Menunggu yang tak tau siapa ditunggu
Kuyakini engkau Ada
Meski tak tau kapan datang-Nya

Disini hati masih setia menantimu
Berharap pulangmu adalah aku
Semoga tak tersesat jalan
Semoga jalanmu selalu aman.



Hujan mengguyur fakultas merahku

Diposting oleh Unknown di 04.14 0 komentar
Foto Alya Rohalia.



Hujan turun membasahi bumi, 
Memberi jejak perjuangan, 
Tanah tempat berpijar menjadi saksi, 
Tempat meretas sebuah angan. 

Hujan mengguyur fakultas merahku 
Dibalik lantai 2 tempatku terpaku 
Menatap hujan yang kian jatuh 
Bersama mengumpulkan genangan . 

Ketika hujan mulai mereda 
Kelak sebuah kisah perlahan sirna, 
Ntah masih ada secuil ingatan 
Ataukah terlupa tergantikan, 

Fakultas teknik merahku 
Tempatku belajar makna hidup 
Tempatku menemukan perubahan diri 
Tempatku merajut mimpi . 

Sebelum masamu masaku habis 
Manfaatkan waktu sebelum tiada 
Ukirlah sebuah jejak langkah 
Yang akan terkenang sepanjang ingatan.


Minggu, 07 Mei 2017

Saling diam tanpa kata

Diposting oleh Unknown di 06.51 0 komentar

Dingin menusuk tubuh
Bagai ditikam rindu.
Inginku lepas mengadu
Pada ia sang pemilik cinta...

Kapankah duhai Tuhan ?
Sebuah hati yang kan menyatu
Melengkapi puing-puing yang tak utuh.
Menggenap hingga maut menjemput.

Tetiba ...
Kuliat bias cahaya malam
Dengan bulan dan bintang-bintang bersarakan,
Memunculkan banyak tanda tanya dalam benak,
hanya saling diam tanpa kata.

Kamis, 30 Maret 2017

RINTIHAN MALAM

Diposting oleh Unknown di 16.09 0 komentar

Malam telah memenjarakan kesunyian
Dibalik pekatnya malam ada yang kusembunyikan
Rintihan rasa sakit yang mengayung-ayung
Bagaikan sebuah nyanyian
Nyanyian malam yang begitu mencekik

Adakah yang lebih menyakitkan dari segala rasa sakit ?
Sungguh, detik-detik sakaratul maut itu pasti.
Dimana nyawa dicabut paksa dan terlepas

Untukmu diri yang sedang merintih
Bersabarlah atas segala rasa sakit
Semoga itu menjadi penggugur dosa-dosa dini hari
Dan sebagai pengingat adanya hari akhir.



AR

Selasa, 21 Maret 2017

Sang Waktu

Diposting oleh Unknown di 05.23 0 komentar


Malam menyalakan pelitanya
Malam menyapa sementara cinta masih bisu dan belum menemukan titik temu,

Sementara sang waktu terus berdetik , aku ingin menjadi jarum jam, yang selalu kau hitung dalam penantian panjang penuh kerinduan.

Aku berjuang melawan waktu ,
Setiap hari aku menunggu agar cepat selesainya pertarungan ini.

Rasanya ingin kugulung waktu antara jarak yang membentang antara soppeng Dan makassar ,
Supaya bisa kurengkuh jiwa tegarmu yg mulai gaduh .

#Sajak Malam
WatanSoppeng, 21 Maret 2017

Senin, 20 Maret 2017

Menikmati Hujan

Diposting oleh Unknown di 17.12 0 komentar




Malam telah berlalu, pagiku telah datang, burung-burung berkicauan menyapaku, melagukan kenangan rindu.

Telah kusimpan rapat kenangan,
dan pagi selalu menampilkan segala riuh tentang waktu yang terus menjauh. Juga rindu yang kian gaduh

Larik puisi mengetuk jendela pagiku sesaat setelah
Kenangan membahasakan dirinya dlm titisan hujan .

Hujan menyentuh dahan dan rerumputan, mengabarkan kisah tentang hati yang tabah menyulam kenangan.

Titik-titik hujan di gersang tanah ku, tak pernah setabah ini , Hujan adalah suatu hal yang selalu kunikmati.

WatanSoppeng, 21 Maret 2017

Minggu, 19 Februari 2017

Bagaikan bunga dandelion

Diposting oleh Unknown di 17.00 0 komentar


Dahulu aku sempat menyembunyikanmu lewat puisi ,
Lewat tiap-tiap kata yang tak pernah kamu tau,

Dahulu aku sempat melukismu lewat kertas gambarku
yang wajahmu selalu menari-nari dalam pikiranku.

Akupun diam-diam mengintipmu dibalik rerumputan ilalang itu, berharap mekarku Sampai dipuncuk bungamu.

Namun... Pernah suatu masa kau menghempaskanku begitu jauh, meranung hati yang terkoyak,,,
Bagaikan bunga dandelion kemudian hilang menjadi tak utuh ditiup angin...

AR

Kamis, 02 Februari 2017

Rindu Matahari

Diposting oleh Unknown di 07.10 0 komentar

"Aku suka hujan, namun hujan kali ini begitu awet dan menusuk dingin. Aku tidak akan mencela hujan krn hujan adalah rahmat dari-Nya , namun aku rindukan matahari-Nya yg mampu menghangatkan dan memberi manfaat kepada apa yg ada di bumi"

Makassar, 02 february 2017


Alya Rohalia

Kamis, 27 Oktober 2016

Takdir kehidupan

Diposting oleh Unknown di 04.20 0 komentar

Hujan bukan hanya bercerita ttg kenangan kebahagiaan yg hadirnya selalu meneduhkan tp ada duka yg  membanjiri hati yg gersang,

lihatlah hujan kali ini...
Menyisakan kerinduan yg tak kunjung reda,
Seolah paham dan turut menjadi saksi pilu ttg sebuah kehilangan yg dilindas oleh waktu.

Biarkan Tuhan berkehendak dengan goresan penanya yang menentukan takdir seseorang,
Aku percaya setiap dari kita'pun kelak akan menyusul dengan takdir kematian yang telah digariskan waktunya,,, Ntah kapan...!!! 

Majene 27 oktober 2016


Sabtu, 22 Oktober 2016

Tentang Hujan

Diposting oleh Unknown di 08.15 0 komentar

Hujan kali ini hadirmu menyibak kenangan...
Berdua dengannya menunggu hingga reda disudut bawah atap sekolah...
Ada cinta yang tak pernah terungkap disana,
Ada rasa yang begitu berdetak kencang,
Ada rasa bahagia saat melihatnya,
Tapi.....
Ada luka yang tak pernah dia sadari. .
Aku memilih pergi meninggalkan luka yang telah dia buat,
Meskipun sesak dibumbui rindu, Mencoba Menyusun kembali mozaik-mozaik hidup baru tanpanya,
Mencoba lupakan perlahan demi perlahan .
Tapi aku bersyukur kepada Tuhan,
Telah dicintai olehmu meskipun hanya sekejap saja...
Seharusnya aku tau resiko mencintai itu adalah rasa sakit. Dan aku memohon ampun kepada Tuhan atas kesalahanku mencintai , seharusnya aku lebih mencintai-Nya.
Ada satu hal yang membuatku bangga menjadi aku yaitu aku mampu cintai kamu apa adanya.
Aku rela berkorban demi membuat kmu bahagia, meskipun itu bukan denganku.
Beberapa tahun telah berlalu,,,
Akupun sudah lama tak menjalin komunikasi denganmu,
Rasa itu mungkin sudah pupus ditengah jalan,
Namun beruntunglah kamu, dan tersenyumlah
Kamu sempat dicintai oleh seorang perempuan selama 5 tahun lamanya.
Meskipun waktu sudah menghilangkan perasaanku padamu namun kenangan tetap tidak bisa dihilangkan kecuali takdir Tuhan berkehendak melumpuhkan sebagian ingatanku .
Dan biarlah hujan menjadi saksi bisu tentang cinta yang tak pernah terungkap, tentang luka yang tertinggal, tentang rasa yang telah hilang dimakan oleh waktu.


Sabtu, 28 November 2015

Membangun Peradaban (Move On)

Diposting oleh Unknown di 18.06 0 komentar
Hai... Masa lalu sesekali mungkin aku akan menengokmu kebelakang tapi tidak untuk kembali...
Tak menyangka aku sudah melangkah sejauh ini.. sudah berapa lama aku menjauhimu ???
Aku tidak akan melupakanmu bagian dari kenanganku...

ternyata Dunia ini terlalu keras jika hanya terus mengandalkan harta dan kecantikan sementara iman dalam hati rapuh, mudah terbawah arus dan goyah.
kau tau sekarang ???

aku sudah bahagia dengan cinta TuhanKu, bahagia dengan agamaku,.
Aku bukanlah wanita bodoh yang terombang ambing oleh kebodohan zaman.

aku bebas dan aku wanita merdeka .!!!!!
Aku tidaklah tenggelam dan bukannya aku tak terlihat tapi aku  justru akan muncul dan mengejutkanmu dan engkaupun tak akan menyangkanya.

hei kemanakah sosok itu yaitu sosok khadijah, Maryam, Fatimah, Aisyah, Asiyah, Mutiah dll serta para sahabiyah ? tidakkah engkau ingin mencontohnya ??

Alangkah bodohnya jika kita terus berdiri dan tanpa sadar kita dilindaz oleh zaman yang penuh kejahiliyaan.
aku dan apa yg aku bawah tidaklah ketinggalan zaman justru ini adalah bentuk untuk mengembalikan zaman yang hilang, zaman yang penuh kejayaan dan kini Aku melangkah maju sekarang membawah perubahan. perubahan untuk diri dan Umat . Umat menunggu sosok wanita wanita tangguh yang akan membangun peradaban-peradaban islam dan melahirkan sosok mujahid dan mujahidah yang akan berguna untuk bangsa dan negara.

#yakinlah islam pasti akan tegak ada atau tiadanya kita. kembali bertanya pada diri apakah mau jadi pejuang atau mau menjadi penonton ?

Senin, 31 Agustus 2015

antara aku, hujan, dan Sang Pencipta

Diposting oleh Unknown di 05.27 0 komentar


Hujan.. kuatkan desiranmu
aku ingin berbicara lewat hatiku
tak peduli didengar ataupun dirasakan
biar hanya aku yang tau saja

saat angin menerpa wajah
Wahai angin.... sampaikan salam rindu dan kasihku,
pada dia yang meneduhkan,
yang lembut hatinya, dan kokoh jiwanya.

Saat hujan...
Ada rasa ketenangan dan kesejukan.
Aku ingin mencari perlindunganmu,
Aku membutuhkanmu
seperti tanaman yang membutuhkan hujan dan matahari.
jadilah engkau penyubur pertumbuhanku.

Jarak yang memisah membuatku semakin aman,
tetaplah seperti ini menjaga jarak...
Meskipun tak kunafikkan diri ada cinta yang terpendam
ada rindu yang tertahan,
dan ada kasih yang tak terungkap...
Tak peduli engkau mau tau ataupun tidak.
biarlah menjadi rahasia antara aku, hujan, dan Pencipta hujan itu sendiri.

Untukmu yang hatinya peduli meski kadang aku tak mempedulikanmu...
terima kasih atas semuanya....

Rabu, 10 Juni 2015

Hai Masa Lalu

Diposting oleh Unknown di 04.16 0 komentar

Hai masa lalu!

Hai masa lalu.
Tidak, aku hanya ingin menyapa. Berdebukah kau? Maaf aku semakin jarang mengunjungimu. Aku disibukkan dengan masa kini dan impian masa depan. Tenang saja, aku takkan melupakanmu. Aku hanya mungkin akan jarang menengokmu.

Hai masa lalu.
Aku hanya ingin menyapa. Terimakasih pernah ada. Terimakasih pernah menjadi bagian perjalananku. Sedih pun bahagia kisahmu menjadi penguat langkahku di masa kini. Bukankah masa kini adalah hasil rentetan perjalanan masa lalu? Maka itu aku berterima kasih.

Hai masa lalu.
Aku pernah jatuh, aku pernah sakit hati. Tapi sudah kusimpan semua cerita dalam sebuah kotak kenangan, yang kunamakan masa lalu. Ya kamu. Ruangmu mungkin kini gelap, aku pasti akan sering kembali melihat ruangmu, namun hanya sebentar. Aku takkan lama-lama, sekadar melihat lagi seperti apa jalan yang kulalui dulu agar aku bisa belajar lagi jika saja masa kiniku aku lupa atau mungkin lalai menjaga langkah.

Hai masa lalu.
Lihatkah kau bagaimana aku di masa kiniku? Bagaimana menurutmu? Semoga kau bangga. Sebab apapun yang kucapai, adalah karena semua pelajaran di masa lalu begitu membekas dan mampu membentukku.

Hai masa lalu.
Mari berdamai. Aku akan belajar mendewasa. Menjadi lebih tangguh di masa kini sebagai penguat langkahku dan pemantap kisahku di masa depan.
Semoga.

Rabu, 03 Juni 2015

Sebuah nama yang tuhan jaga

Diposting oleh Unknown di 02.08 0 komentar
sebuah nama yang tuhan jaga.
yang tertulis di lauful mahfudz
dirimu menjadi sebuah rahasia.
yang kelak ditakdirkan untukku.

Kesendirian mengajarkanku banyak hal
tentang hati yang terjaga sebelum masanya
tentang hidup yang penuh perjuangan dan kemandirian
tentang kualitas diri yang selalu terasah.

aku tetaplah sendiri kecuali jika Allah telah mentakdirkan untukku berjamaah bersamamu sebagai imanku.
kau akan melengkapiku
dan mengajarkan aku banyak hal sesungguhnya diri ini masih perlu dibimbing dan dididik karna aku adalah tulang rusuk yang bengkok. tanpa bimbingan darimu aku masih tetap akan bengkok.

wahai engkau...
yang berkutat pada buku, laptop, laporan
ataupun pada amanah kuliah, organisasi dan kerja.
fokuslah !!!
disini juga sedang kufokuskan diri dan dengan penuh pengharapan merangkai mimpi untuk masa depan.
sembari menanti dengan penantian yg indah.
Menantimu dibatas waktu dengan penuh kesabaran.

Menunggu engkau menjemputku dan membawaku bersamamu sampai kesurga.
kelak Allah akan tunjukkan jalannya.
Semoga Allah menyatukan kita dalam Cinta-Nya
Engkau sebuah nama yang tuhan jaga
yang masih menjadi rahasia..

Minggu, 31 Mei 2015

Sebuah nama yang tuhan jaga

Diposting oleh Unknown di 03.35 0 komentar

Demi engkau, sebuah nama yang Tuhan jaga …
penantian bukanlah suatu hal yang menyesakkan, melainkan sewujud rindu yang memahkotakan senyuman …

Demi engkau, sebuah nama yang Tuhan jaga …
kesabaran bukanlah menantimu untuk menyatakan cinta, melainkan menanti Tuhan meleburkan kau dan
aku dalam cinta-Nya…

Demi engkau, sebuah nama yang Tuhan jaga …
aku tetaplah utuh sebagai manusia,
hanya hingga restu Tuhan tercipta untuk hidup denganmu…

Engkau sebuah nama yang selama ini Tuhan jaga;
yang kurangkai dalam setiap memori yang
terdistorsi selama ini,
yang meluputkan sejenak ingatan pertemuan kita sebelum terlahir ke dunia …

Engkau sebuah nama yang selama ini Tuhan jaga,
kelak untuk tiap waktu yang kamu lewati,
semoga selalu ada aku, yang kamu simpan didalam hati.

Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer